Text
Percikan cahaya ilahi
Eksistensi manusia terkait erat dengan eksistensi Tuhan, karena melalui hubungan ini, eksistensi diri manusia dapat dimaknai dalam sampai taraf tertentu. Tapi kemudian, pusat eksistensi itu telah menjadi kabur oleh cara pandang materialisme dan naturalisme. Ini kemudian melahirkan krisis modernitas. Rasionalisme dan empirisme yang menjadi dasar kehidupan modern, harus dibelokkan ke arah yang benar. Keduanya tidak mengakui kebenaran di balik fenomena empiris dan terlalu mendewakan kemampuan logika. Hubungan manusia dengan Tuhan harus dibina dengan baik, agar manusia tidak kehilangan eksistensinya. Ketika Allah dipahami sebagai Kebenaran, maka jagad raya ini merupakan tajalli-Nya yang harus dikuak.
Buku ini mengajak kita untuk mencari kebenaran itu, dan mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam pola pikir yang sangat materialis-sebuah pesan dari pengalaman pahit wilayah yang terserang gencarnya budaya materialisme, dan dunia Islam secara umum.
Tidak tersedia versi lain